DELILA SEPTIAN DWI PUTRI
1306620028
FISIKA A 2020
TERMOKIMIA
ENERGI DAN ENTALPI
Energi
adalah kapasitas untuk melakukan suatu usaha. Terdapat beberapa macam energy,
diantaranya:
·
Energi Radiasi, yaitu energi yang
berasal dari matahari dan merupakan sumber energy utama bagi bumi
·
Energi Termal, yaitu energi yang terkait
dengan gerakan acak atom dan molekul
·
Energi Kimia, yaitu energi yang
tersimpan dalam ikatan zat kimia
·
Energi Nuklir, yaitu energi yang
tersimpan dalam kumpulan neutron dan proton di atom
·
Energi Potensial, yaitu energi yang
tersedia berdasarkan posisi benda
Pada
bab kali ini, kita akan membahas sesuatu yang berkaitan dengan energi termal
dan energi kimia.
1. Perubahan Energi dalam Reaksi Kimia
Panas adalah suatu transfer energi termal
antara dua benda yang berada pada suhu yang berbeda. Suhu adalah ukuran dari energi
termal.
Suhu tidak sama dengan Energi Panas
Termokimia adalah studi mengenai
perubahan panas dalam reaksi kimia. Dalam termokimia, ada dua hal yang perlu
diperhatikan mengenai perubahan energi, yaitu sistem dan
lingkungan. Sistem adalah segala sesuatu yang menjadi pusat dalam
mempelajari perubahan energy. Sedangkan, lingkungan adalag hal-hal yang
berada diluar sistem yang membatasi dan dapat mempengaruhi sistem.
Berdasarkan
interaksinya dengan lingkungan, sistem dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
sebagai berikut:
a.
Sistem Terbuka
Yaitu,
sistem yang memungkinkan terjadinya perpindahan kalor dan massa antara
lingkungan dengan sistem.
b.
Sistem Tertutup
Yaitu,
sustu sistem dimana antara sistem dan lingkungan dapat terjadi perpindahan
kalor tetapi tidak terjadi pertukaran massa
c.
Sistem Terisolasi
Yaitu, suatu sistem yang tidak terjadinya perpindahan kalor dan materi antara sistem dan lingkungan.
2. Proses Eksotermik dan Proses
Endotermik
a. Proses Eksotermik
Adalah
setiap proses yang mengeluarkan dan mentransfer energy panas dari sistem ke
lingkungan.
b.
Proses Endotermik
Adalah setiap proses dimana panas harus disuplai ke sistem dari lingkungan.
Berikut adalah skema proses eksotermik dan endotermik
3. Termodinamika
Termodinamika adalah studi ilmiah mengenai interkonversi panas dan jenis energy lainnya. Fungsi bagian adalah properti yang ditentukan oleh suatu sistem, terlepas dari bagaimana suhu tersebut dicapai, yaitu energi, tekanan, volume dan suhu.
Hukum I Termodinamika
Energi dapat diubah
dari satu bentuk ke bentuk lainnya, tetapi tidak dapat diciptakan atau
dihancurkan.
Energi kimia yang dilepaskan dengan pembakaran sistem =
Energi yang diperoleh oleh lingkungan sekitar.
Adapun bentuk lain dari hukum
pertama untuk delta E sistem
delta E = perubahan energy internal suatu sistem
q = pertukaran panas antara sistem dan
lingkungan
w = pekerjaan yang dilakukan oleh sistem
Note
q = positif (+) jika sistem menyerap
panas
q = negative (-) jika sistem melepaskan
panas
w = positif (+) jika sistem melakukan
kerja
w = negative (-) jika sistem dilakukan
kerja
4. Entalpi dan Perubahannya
Entalpi (H) digunakan untuk mengukur aliran panas masuk atau keluar dari sistem dalam proses yang terjadi pada tekanan konstan.
Hubungan
entalpi dengan hukum pertama termodinamika, yaitu
Entalpi merupakan fungsi keadaan. Oleh karena itu perubahan entalpi tergantung pada keadaan akhir dan awal saja, dan tidak tergantung pada bagaimana proses perubahan itu terjadi atau jalannya reaksi. Nilai suatu perubahan entalpi suatu sistem dinyatakan sebagai selisih besarnya entalpi sistem setelah mengalami perubahan dengan besarnya entalpi sistem sbelum perubahan dilakukan, pada tekanan tetap.
5.
Persamaan
Termokimia
a. Persamaan Reaksi Endotermik
-
Sistem menyerap panas
-
H produk < H reaktan
- Perubahan Entalpi bernilai +
b. Persamaan Reaksi Eksotermik
- Sistem mengeluarkan panas
- H produk > H reaktan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di
dalam sebuah persamaan termokimia, yaitu diantaranya:
·
Koefisien stoikiometri selalu mengacu
pada jumlah mol suatu zat
· Jika membalikkan suatu reaksi, maka nilai
perubahan entalpinya berubah. Misal awalnya – menjadi + begitupun sebaliknya
· Jika mengalikan kedua ruas persamaan
sebuah faktor n, maka perubahan entalpinya pun harus berubah dengan faktor yang
sama n
·
Keadaan fisik semua reaktan dan produk
harus ditentukan dalam persamaan reaksi kimia
PENENTUAN PERUBAHAN
ENTALPI
Kalor
jenis (c) adalah jumlah panas (q) diperlukan untuk menaikkan suhu satu gram
substansi oleh satu derajat celcius
Kapasitas
kalor (C) adalah jumlah panas (q) diperlukan untuk menaikkan suhu kuantitas tertentu
(m) dari substansi oleh satu derajat celcius.
1.
Kalorimeter
Perubahan entalpi dapat diukur dengan menggunakan kalorimeter sederhana dan kalorimeter bom. Jika nilai kapasitas kalor kalorimeter sangat kecil , kalorimeter dapat diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap hanya berakibat pada kenaikan suhu larutan dalam kalorimeter.

a.
Kalorimeter Bom (Volume Konstan)
b.
Kalorimeter Sederhana (Tekanan Konstan)
2.
Hukum
Hess
Pengukuran
perubahan enta;pi suatu reaksi kadangkala tidak dapat ditentukan langsung
dengan kalorimeter. Oleh karena itu, kita dapat menentukannya dengan perubahan
entalpi pembentukan standard seabagi titik referensi untuk semua ekspresi
entalpi.
Entalpi
pembentukan standard adalah perubahan panas yang dihasilkan saat satu mol dari
suatu senyawa terbentuk dari elemennya pada tekanan 1 atm. Entalpi standar
pembentukan setiap unsur dalam bentuknya yang paling stabil adalah nol.
Hukum Hess adalah
perubahan entalpi suatu reaksi ketika reaktan diubah menjadi produk yang hanya
tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir (zat-zat
hasil reaksi) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi.
SOAL
1.
Jika diketahui : N2(g) + 2 NH3(g) , delta
H = -92 kJ, perubahan entalpi pada peruaraian 1 mol gas NH3 menjadi
unsur-unsurnya adalah…
Jawab:
+
92 kJ. Hal ini dikarenakan dalam sebuah persamaan termokimia jika kita membalikkan
suatu reaksi, maka nilai perubahan entalpinya berubah. Misal awalnya – menjadi +
begitupun sebaliknya.
2. Jika diketahui:
Jawab:
Untuk menentukan perubahan entalpi pembakaran, maka reaksi pembakarannya harus dituliskan:
Nilai perubahan entalpi dari reaksi diatas menurut hukum Hess adalah jumlah total perubahan entalpi pembentukan zat-zat sesudah reaksi dikurangi dengan jumlah total perubahan entalpi pembentukan zat-zat sebelum reaksi, atau dirumuskan:
(Unggul Sudarmo, “Kimia
Untuk SMA Kelas XI” (Jakarta: Erlangga, 2014) Hal. 74)





