Senin, 28 September 2020

Tugas 2 Kimia Umum (Unsur, Senyawa dan Campuran)

DELILA SEPTIANI DWI PUTRI

FISIKA A

1306620028


UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN


    Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, dapat berupa zat ataupun campuran. Zat adalah materi yang memiliki komposisi pasti atau konstan dan sifat berbeda. zat dapat berupa unsur ataupun senyawa.

1. UNSUR

Unsur adalah zat yang tidak dapat dipecah menjadi sesuatu yang lebih sederhana. 

Sebagian besar unsur dapat berinteraksi dengan satu atau lebih unsur lain untuk  membentuk senyawa. Tedapat 118 unsur yang terdaftar dalam tabel periodik, yang terdiri atas unsur logam dan unsur nonlogam.

Contoh unsur adalah, Hidrogen (H), Emas (Au), Natrium (Na).


2. SENYAWA

Senyawa adalah zat-zat yang tersusun atas dua unsur atau lebih yang bergabung secara    kimia. Senyawa memiliki sifat yang tidak sama dengan sifat unsur penyusunnya. di dalam    suatu senyawa, unsur-unsur penyusunnya memiliki perbandingan massa yang tetap.

Contoh senyawa adalah air (H2O). H2O merupakan rumus kimia dari senyawa air. Rumus kimia  menunjukkan komposisi unsur-unsur penyusun suatu senyawa. Dengan rumus kimia tersebut kita dapat mengetahui bahwa unsur penyusun air adalah H (Hidrogen) dan O2 (Oksigen).


3. CAMPURAN 

Campuran adalah penggabungan dua jenis zat atau lebih yang mempertahankan sifat aslinya tanpa menyebabkan ternjadinya perubahan kimia.

Campuran dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Campuran Heterogen

Yaitu, campuran antara dua jenis zat atau lebih, yang partikel-partikel penyusunnya  masih dapat dibedakan satu sama lain.

Contohnya, pasir didalam air.

  • Campuran Homogen

Yaitu, campuran antara dua jenis zat atau lebih, yang sudah tidak dapat terlihat lagi  zat-zat yang tercampurnya. 

Contohnya, Larutan gula. 

Larutan terdiri atas pelarut dan zat terlarut (zat yang dilarutkan oleh pelarut).  Dimana air sebagai pelarutnya dan gula sebagai zat terlarutnya,




METODE PEMISAHAN CAMPURAN

Pemisahan campuran adalah proses memisahan antara dua jenis zat atau lebih agar zat-zat tersebut terpisah dan menjadi zat tunggal (satu, bukan menjadi satu) dengan melakukan tindakan secara fisika maupun kimia.

Karena banayaknya jenis-jenis yang ada dalam campuran, pemisahan campurang dibagi  menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. FILTRASI

Merupakan metode campuran dengan cara meisahkan cairan dengan padatan. Proses filtrasi digunakan dengan menggunakan filter.  Filter atau kertas saring digunakan untuk memisahkan  cairan dengan padatan  yang tidak dapat larut berdasarkan  ukuran partikel.

Contohnya, pemisahan kelapa dengan santan atau bubuk kopi dengan air,

2. DEKANTASI

Merupakan metode yang sama dengan filtrasi  yaitu untuk memisahkan cairan mdengan padatan.  Proses dekanytasi dilakukan dengan cara menuangkan campuran secara perlahan sehingga padatan akan tertinggal didalam wadah . Dekantasi memang lebih cepat daripada filtrasi, namun hasilnya kurang efektif. Karena ukuran zat padat masih lebih besar.

Contohnya, Memisahkan air dengan pasir.

3. SENTRIFUGASI

Merupaka metode yang digunakan untuk pengganti penggunaan penyaringan partikel padat  yang halus dan jumlah campurannya lebih sedikit. Proses sentrifugasi ialah  dengan cara memasukkan cairan sentrifugasi lalu partikel-partikel kecil yang ada akan mengendap kebawah dan cairan tersebut akan berubah wujud.

Contohnya, pemisahan susu menjadi susu krim dan serbuk kapur dari air.

4. EVAPORASI

Merupakan pemisahan zat padat yang terlarut dari larutannya berdasarkan perbedaan titik didih. Proses evaporasi menggunakan teknik penguapan. 

Contohnya siklus hujan,

5. EKSTRAKSI

Merupakan metode yang digunakan  untuk memisahkan zat berdasarkan perbedaan keluratan zat terlarut didalam pelarut yang berbeda. Dilakukan dengan cara penyarian.

Contohnya, mengekstrak jus dari tanaman.

6. DISTILASI

Merupakan metode pemisahan campuran zat cair dari larutannya berdasarkan titik didih. Proses ini dilakukan dengan cara penyulingan.

Contohnya, pemisahan air tawar dengan air laut dan minyak bumi.

7. SUBLIMASI

Merupakan metode pemisahan campuran pada sesama zat padat berdasarkan perubahan  wujud zat. Proses ini dilakukan dengan cara menyublim. Zat padat yang menyublim akan berubah wujud  menjadi gas atau sebaliknya lalu dipisahkan dengan zat padat yang tidak bisa  menyublim.

Contohnya memisahkan pasir dari kapur barus.

8. REKRISTALISASI

Merupakan pemisahan campuran dengan cara mengkristalkan atau mengendapkan zat terlarut dalam larutan yang awalnya berupa cairan. Proses ini menggunakan suhu rendah untuk membuat cairan yang mengendap atau dengan melarutkan kristal  dalam pelarut  kemudian mengkristalkan Kembali.

Contohnya, proses pembuatan garam di tepi pantai.

9. CORONG PISAH

Merupakan  alat yang digunakan untuk memisahkan  dua cairan yang tidak bisa larut. Caranya yaitu dengan memasukkan dua cairan dan membiarkannya berdiri beberapa saat sehingga membentuk dua lapisan  dengan cara terpisah.

Contohnya , memisahkan air dengan minyak.

10. KROMATOGRAFI

Merupakan  metode pemisahan campuran yang terjadi karena perbedaan  kelarutan zat-zat dalam pelarut. Caranya yaitu suatu zat akan lebih dulu larut dalam pelarut dan terabsorbsi kemudian akan bergerak lebih cepat.

Contohnya, untuk menguji bahan pewarna yang digunakan dalam makanan, uji tinta yang dilakukan pada pemalsuan dokumen.

Rabu, 23 September 2020

Tugas 1 Kimia Umum (MATERI DAN PERUBAHANNYA)

Delila Septiani Dwi Putri

Fisika A 2020

1306620028

(resume video tentang materi)


MATERI DAN PERUBAHANNYA


Materi adalah segala sesuatu yang ada di muka bumi yang membutuhkan ruang sebagai benda padat, cair, ataupun gas.Bentuk materi dipengaruhi oleh seberapa cepatnya molekul bergerak.

Bentuk materi terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Padat

    Materi yang berbentuk padat, memiliki pergerakan molekul yang sangat kecil.

2. Cair

    Materi yang berbentuk cair, memiliki pergerakan molekul yang lebih lambat daripada                     pergerakan molekul gas, tetapi lebih cepat daripada molekul dalam materi padat.

3. Gas

     Materi yang berbentuk gas, memiliki pergerakan molekul yang paling cepat pergerakannya.

Suatu materi dapat mengalami perubahan dari satu keadaan ke keadaan lainnya apabila kita menambahkan suatu panas atau menghilangkannya. Contohnya, materi padat yang kita beri panas, ia akan berubah kedaan menjadi cair atau sering kita sebut peristiwa meleleh atau mencair. Dan materi cair yang kita berikan panas , ia akan berubah menjadi materi gas atau sering kita sebut peristiwa ini dengan mendidih. Adapun perubahan dari gas ke cair disebut dengan kondensasi.


Setiap materi dapat berubah secara fisika maupun secara kimia. Perubahan materi dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

1. Perubahan Fisika

    yaitu, perubahan materi yang dicirikan dengan adanya perubahan bentuk atau ukuran, tanpa        disertai dengan adanya perubahan molekul.

    a. Materi yang berubah secara fisika ini dapat dikembalikan ke bentuk materi awalnya.

    b. Perubahan fisika dalam suatu materi dapat disebabkan karena gerakan, tekanan, dan suhu.

    Contoh dari perubahan fisika ini adalah, coklat yang awalnya berbentuk batangan berubah            bentuk menjadi potongan-potongan.


2. Perubahan Kimia

    yaitu, perubahan materi yang disertai dengan adanya perubahan molekul.

    a. Materi yang berubah secara kimia tidak dapat kembali ke bentuk awalnya. 

    b. Perubahan kimia dalam suatu materi dapat dicirikan dengan bentuk gas, cahaya atau panas         yang muncul, dan perubahan warna.

    Contoh dari perubahan kimia ini adalah, kayu yang dibakar kemudian kayu tersebut berubah        menjadi arang.

TUGAS KIMIA UMUM - RANGKUMAN VIDEO (MATERI TERMOKIMIA)

  DELILA SEPTIAN DWI PUTRI 1306620028 FISIKA A 2020 TERMOKIMIA   ENERGI DAN ENTALPI Energi adalah kapasitas untuk melakukan suat...