DELILA SEPTIANI DWI PUTRI
FISIKA A
1306620028
UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, dapat berupa zat ataupun campuran. Zat
adalah materi yang memiliki komposisi pasti atau konstan dan sifat berbeda. zat
dapat berupa unsur ataupun senyawa.
1. UNSUR
Unsur adalah
zat yang tidak dapat dipecah menjadi sesuatu yang lebih sederhana.
Sebagian besar
unsur dapat berinteraksi dengan satu atau lebih unsur lain
untuk membentuk senyawa. Tedapat 118 unsur yang terdaftar dalam
tabel periodik, yang terdiri atas unsur logam dan unsur nonlogam.
Contoh unsur adalah, Hidrogen (H), Emas (Au), Natrium (Na).
2.
SENYAWA
Senyawa
adalah zat-zat yang tersusun atas dua unsur atau lebih yang bergabung
secara kimia. Senyawa memiliki sifat yang tidak sama
dengan sifat unsur penyusunnya. di dalam suatu senyawa,
unsur-unsur penyusunnya memiliki perbandingan massa yang tetap.
Contoh senyawa adalah air (H2O). H2O merupakan rumus kimia dari senyawa air. Rumus kimia menunjukkan komposisi unsur-unsur penyusun suatu senyawa. Dengan rumus kimia tersebut kita dapat mengetahui bahwa unsur penyusun air adalah H (Hidrogen) dan O2 (Oksigen).
3.
CAMPURAN
Campuran adalah
penggabungan dua jenis zat atau lebih yang mempertahankan sifat aslinya
tanpa menyebabkan ternjadinya perubahan kimia.
Campuran dapat
dibedakan menjadi 2, yaitu:
- Campuran Heterogen
Yaitu, campuran antara dua jenis zat atau lebih,
yang partikel-partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama
lain.
Contohnya, pasir didalam
air.
- Campuran Homogen
Yaitu, campuran antara dua jenis zat atau lebih,
yang sudah tidak dapat terlihat lagi zat-zat yang
tercampurnya.
Contohnya, Larutan gula.
Larutan terdiri atas pelarut dan zat terlarut (zat
yang dilarutkan oleh pelarut). Dimana air sebagai pelarutnya dan
gula sebagai zat terlarutnya,
Karena banayaknya jenis-jenis yang ada dalam campuran, pemisahan campurang dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. FILTRASI
Merupakan metode campuran
dengan cara meisahkan cairan dengan padatan. Proses filtrasi digunakan dengan menggunakan
filter. Filter atau kertas saring
digunakan untuk memisahkan cairan dengan
padatan yang tidak dapat larut
berdasarkan ukuran partikel.
Contohnya, pemisahan kelapa dengan santan atau bubuk kopi dengan air,
2. DEKANTASI
Merupakan metode yang sama
dengan filtrasi yaitu untuk memisahkan
cairan mdengan padatan. Proses dekanytasi
dilakukan dengan cara menuangkan campuran secara perlahan sehingga padatan akan
tertinggal didalam wadah . Dekantasi memang lebih cepat daripada filtrasi,
namun hasilnya kurang efektif. Karena ukuran zat padat masih lebih besar.
Contohnya, Memisahkan air dengan pasir.
3. SENTRIFUGASI
Merupaka metode yang
digunakan untuk pengganti penggunaan penyaringan partikel padat yang halus dan jumlah campurannya lebih
sedikit. Proses sentrifugasi ialah
dengan cara memasukkan cairan sentrifugasi lalu partikel-partikel kecil
yang ada akan mengendap kebawah dan cairan tersebut akan berubah wujud.
Contohnya, pemisahan susu menjadi susu krim dan serbuk kapur dari air.
4. EVAPORASI
Merupakan pemisahan zat padat yang terlarut dari larutannya berdasarkan perbedaan titik didih. Proses evaporasi menggunakan teknik penguapan.
Contohnya siklus hujan,
5. EKSTRAKSI
Merupakan metode yang
digunakan untuk memisahkan zat
berdasarkan perbedaan keluratan zat terlarut didalam pelarut yang berbeda. Dilakukan
dengan cara penyarian.
Contohnya, mengekstrak jus dari tanaman.
6. DISTILASI
Merupakan metode pemisahan
campuran zat cair dari larutannya berdasarkan titik didih. Proses ini dilakukan
dengan cara penyulingan.
Contohnya, pemisahan air tawar dengan air laut dan minyak bumi.
7. SUBLIMASI
Merupakan metode pemisahan
campuran pada sesama zat padat berdasarkan perubahan wujud zat. Proses ini dilakukan dengan cara
menyublim. Zat padat yang menyublim akan berubah wujud menjadi gas atau sebaliknya lalu dipisahkan
dengan zat padat yang tidak bisa
menyublim.
Contohnya memisahkan pasir dari kapur barus.
8. REKRISTALISASI
Merupakan pemisahan
campuran dengan cara mengkristalkan atau mengendapkan zat terlarut dalam
larutan yang awalnya berupa cairan. Proses ini menggunakan suhu rendah untuk
membuat cairan yang mengendap atau dengan melarutkan kristal dalam pelarut
kemudian mengkristalkan Kembali.
Contohnya, proses pembuatan garam di tepi pantai.
9. CORONG PISAH
Merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan dua cairan yang tidak bisa larut. Caranya yaitu
dengan memasukkan dua cairan dan membiarkannya berdiri beberapa saat sehingga
membentuk dua lapisan dengan cara
terpisah.
Contohnya , memisahkan air dengan minyak.
10. KROMATOGRAFI
Merupakan metode pemisahan campuran yang terjadi karena
perbedaan kelarutan zat-zat dalam
pelarut. Caranya yaitu suatu zat akan lebih dulu larut dalam pelarut dan terabsorbsi
kemudian akan bergerak lebih cepat.
Contohnya, untuk menguji bahan pewarna yang digunakan dalam makanan, uji tinta yang dilakukan pada pemalsuan dokumen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar